Mengenal ”Istana” Cikeas

Januari 8, 2010 fnpinky
Tag: , , , , ,

Biasa Digunakan Pengajian Warga Sekitar


RUMAH SBY: Salah satu sudut rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor. Kawasan Cikeas menjadi terkenal sejak SBY tinggal di sana.(79)

NAMA Puri Cikeas, warga asli Cibubur pun belum tentu mengetahuinya. Maklum saja, daerah ini sebelumnya tidak begitu populer, meski ternyata banyak jenderal bermukim di sana.

Kompleks Puri Cikeas mulai dikenal orang ketika salah satu penghuninya, yakni SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menjadi figur sentral selama pelaksanaan pemilu, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden.

Walaupun daerah itu terletak di kawasan yang paling berkembang pesat di Jabotabek, yaitu Cibubur Raya, nama Puri Cikeas sebelumnya tidak begitu terkenal. Di kawasan Cibubur, yang menjadi milik empat daerah tingkat II, yaitu Kodya Jakarta Timur, Bekasi, Depok, dan Kabupaten Bogor, memang terdapat beberapa perumahan real estate yang terkenal.

Sebut saja, Raffles Hills yang merupakan tempat pusat latihan “Akademi Fantasi Indosiar”. Kemudian, Puri Sriwedari, Kota Wisata Internasional, Legenda Wisata, Kranggan Permai, Laguna yang banyak dihuni artis-artis top dan sering digunakan sebagai tempat syuting sinetron.

Belum lagi Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, yang pada Sabtu atau Minggu selain sebagai objek kunjungan wisata juga Hollywood bagi dunia sinetron. Sinetron Nyi Pelet, Angling Dharma, serta sinetron lain yang bernuansa tradisional selalu dibuat di lokasi tersebut.

Nama-nama tempat itulah yang selama ini menenggelamkan nama Puri Cikeas Indah.

Selain itu, lokasi Puri Cikeas Indah yang terlalu ke dalam dan tidak memiliki pintu gerbang megah sejak di jalan alternatif Cibubur-Cileungsi, menyebabkan banyak orang tak begitu menghiraukan saat melewati jalan alternatif tersebut.

Begitu nama SBY mencuat ke permukaan barulah masyarakat sekitar mulai menengok Puri Cikeas. Bila memasuki kompleks perumahan tersebut kita akan disambut oleh sepasang patung rajawali di sebuah tiang yang tidak seberapa tinggi. Sekitar lima puluh meter kemudian barulah kita melihat jajaran rumah mewah dan megah di tanah seluas minimal 1000 m2/ kaveling.

Di tempat inilah mantan perwira tinggi TNI bertempat tinggal. Tercatat nama mantan KSAD Jenderal (purn) Subagyo HS, mantan Kaster TNI Letjen (purn) Agus Wijoyo, mantan Kasum TNI Letjen (purn) Soejono, dan mantan Ketua Umum Induk Koperasi AU Marsma (purn) Surato Siswodihardjo. Mereka adalah tetangga dekat SBY.

Beberapa saat menjelang Pemilu 5 Juli, mulai dari pintu gerbang sampai kediaman rumah SBY suasananya mulai hidup karena adanya lampu-lampu hias. Belum lagi berbagai spanduk dan umbul-umbul yang menggambarkan SBY-Kalla.

Suasana bertambah meriah setelah pasangan SBY-Kalla dipastikan melaju ke putaran kedua, yaitu dengan ditandai kehadiran satelite news gathering (SNG) dari stasiun televisi swasta. Bahkan, puluhan wartawan asing sering keluar masuk daerah tersebut untuk meliput kehidupan di rumah SBY.

Mulai saat itu Puri Cikeas menjadi terkenal ke seantero Tanah Air.

Tidak hanya warga Cibubur, tempat SBY menang di seluruh kecamatan, warga dari luar Jawa sekali pun kini mulai berdatangan ke Puri Cikeas, dari sekadar melihat rumah SBY di atas tanah seluas 3000 M2 dengan pendapanya, sampai meminta tanda tangan dan foto bersama pemilik rumah.

Padahal saat itu SBY belum menggelar open house, tetapi kediamannya mulai sering dijadikan tempat pengajian bersama warga sekitar. Rumah itu juga sering digunakan pertemuan tokoh-tokoh Partai Demokrat dan tokoh nasional yang mendukung SBY. Waktu itu suasana Puri Cikeas sudah berbau ”istana” bila dilihat dari keketatan penjagaan aparat.

Ramai-ramai

Puncak kemeriahan Puri Cikeas terjadi saat penghitungan suara Pemilu Presiden Putaran Kedua 20 September lalu di TPS dekat rumah SBY. Ketika itu warga beramai-ramai menemani SBY dan istrinya menghitung perolehan suara.

Setiap jumlah suara SBY bertambah, warga berteriak ”yes” sambil menyebutkan angka perolehan terakhirnya. Adapun bila mendengar nama Mega-Hasyim, warga langsung serempak berucap, ”huuu…”. SBY sampai berulang-ulang mengingatkan pendukungnya untuk menghargai pihak lain.

Di TPS tersebut SBY-Kalla menang mutlak dengan 373 suara, sedangkan Mega-Hasyim hanya 13 suara.

Masyarakat Cikeas juga nonton bareng dengan SBY di pendapa joglo yang dilengkapi dua TV plasma layar lebar untuk melihat perkembangan perolehan suara yang ditayangkan beberapa TV swasta. Suasana menjadi ingar-bingar begitu LP3ES mengumumkan hasil Quick Count, yang menyatakan Indonesia akan mempunyai presiden baru, SBY-Kalla sebagai pemenang pemilu.

Saat itu juga Puri Cikeas menjadi istananya rakyat. Sebab rakyat masih begitu mudah masuk rumah SBY untuk memberikan ucapan selamat, meski keesokan harinya hal-hal tersebut tiada lagi. Sebab penjagaan mulai diperketat dan berlapis-lapis. Anggota paspampres pun bertambah jumlahnya. Demikian pula dengan peralatan pengamanan. Setiap orang harus melewati metal detector yang dijaga oleh tiga petugas keamanan. Seluruh tas digeledah. Belum lagi adanya dua anjing pelacak.

Istana Sesungguhnya

Di tengah suasana yang mendekati istana tersebut SBY menggelar silaturrahmi (open house) dengan seluruh warga masyarakat. Walaupun harus melewati serangkaian pemeriksaan, hal itu tidak menyurutkan warga untuk mengucapkan selamat dan menyampaikan unek-unek kepada SBY.

Hampir setiap hari ratusan warga dengan berbagai latar belakang ditemui SBY di pendapa pada pagi , sore, hingga malam hari. Namun suasana ”Istana Cikeas” mungkin tak selamanya demikian. Sebab masyarakat barangkali akan tidak mudah lagi menemui penghuninya.

Pada Jumat pekan lalu, misalnya, SBY seusai shalat jumat di Masjid Al Istiqomah menyatakan akan tinggal di istana sesungguhnya karena pertimbangan efisiensi. Melihat masyarakat khawatir tidak mudah lagi bertemu dengannya, SBY pun berjanji akan mengagendakan pertemuan langsung dengan rakyat.

Terlepas dari akan tinggalnya SBY di istana negara, munculnya istana Cikeas memberikan harapan bagi warga sekitar. Oping (39) warga asli Cikeas,misalnya, yang menyatakan,”Jalan sudah mulus. Tanah warisan bapak saya yang satu kilo (kilometer) dari sini (rumah SBY-Red), dulu cuma Rp 150 ribu/m2. Namun gara-gara Pak SBY ketahuan tinggal di sini sekarang orang menawar Rp 250 ribu pun nggak bakal saya lepas,” kata pria Sunda tersebut. (Hartono Harimur

About these ads

Entry Filed under: Uncategorized

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Kategori

Januari 2010
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

Halaman

Komentar Terakhir

fnpinky on MySpace
fnpinky on Jaya Q
fnpinky on Jaya Q
fnpinky on Beras
fnpinky on Rafael Nadal

Blogroll

RSS berita olahraga terkini

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: