TUNA NETRA

Januari 8, 2010 fnpinky
Tag: , , , , ,

DEFINISI TUNA NETRA

Anak dikatakan tuna netra apabila mereka kehilangan daya lihatnya sedemikian rupa sehingga tidak dapat menggunakan fasilitas pendidikan anak awas atau normal pada umumnya sehingga untuk mengembangkan potensinya diperlukan layanan pendidikan khusus. Tuna netra di bagi menjadi dua yaitu :

  1. Kurang awas (low vision), yaitu seseorang dikatakan kurang awas bila ia masih memiliki sisa penglihatan sedemikian rupa sehingga masih dapat sedikit melihat atau masih bisa membedakan gelap dan terang.
  2. Buta (blind), yaitu seseorang dikatakan butaa apabila ia sudah tidak memiliki sisa penglihatan sehinga tidak dapat membedakan gelap dan terang.

CIRI-CIRI FISIK :

  • Memiliki daya dengar yang sangat kuat sehingga dengan cepat pesan-pesan melalui pendengaran dapat dikirim ke pusat pengertian di otak.

  • Memiliki daya pendengaran langsung dapat dikirim kepusat pengertian di otak.

  • Kadang-kadang mereka suka mengusap-usap mata dan berusaha membelalakkannya.
  • Kadang-kadang mereka memiliki prilaku yang kurang sedap bila dilihat oleh ornag normal pada umumnya atau dengan sebutan Blindism (misalnya ; mengkerut-kerutkan kening, menggeleng-gelengkan kepala secara berulang-ulnag dengan tanpa disadarinya)

CIRI-CIRI MENTAL :

  • Merasa tidak percaya diri dalm bersosialisasi.

  • Mengalami tttekanan batin dengan adanya cemooh dari orang yagn normal.

  • Merasa dirinya tidak berguna karen aselalu menyusahkan orang lain.

CIRI-CIRI SOSIAL :

  • Mengalami kesulita dalam berkomunikasi.

  • Selalu membutuhkan orang lain dalam melakukan kegiatan.

2. KARAKTERISTIK DAN STRATEGI INSTRUKTUSIONAL

Sebagaimana telah diuraikan di atas umur terjadinya kehilangan penglihatan dan tingkat kehilangan merupakan penentu bagi kebutuhan pengajaran khusus. Akibat yang palaing gawat akan dihadapi peserta didik yang mempunyai kelainan penglihatan tersebut bila umurnya kurang dari 16 tahun. Charles Buell, seorang pakar salam endidikan jasmani untuk mereka yagn terbatas penglihatannya menyatakan bahwa ”Kebutaaan bukanlah sebuah tragedi, bahkan ia merupakan gangguan yagn dapat dikompensasikan atau diatasi”(1973h.9). Sebagia suatu edoman Buelll mengajka satu daftar saran yang penting yang telah disesuaikan untuk digunakan dalam bidang pendidikan jasmani. yaitu diantaranya :

  1. Tolong langsung memanggil nama saya dan bukan melalui teman atau pemandu saya.

  2. Saya dapat berjalan lebih tenang bersama anda dari pada dengan anjing atau tongkat. Tetapi jangan memegang lengan saya atau mencoba mendorong saya, biar saya memegang lengan anda. Saya akan berjalan satu langkah di belakang anda untuk mengantisispasi anak tangga. Turun tanggga saya lebih menyukai berpegangan pada pagar tangga, Bila saya diberi arah, jelaskna apakah maksud sebelah kanan anda atau saya.

  3. Berbicaralah kepada saya apabila anda memasuki ruangan dan jelaskan siapa anda, jangna saya diminta menerka nama. Perkenalkan saya kepda orang lain termask anak-anak. Bimbing tanga saya kelengan atau sandran kursi.

  4. Bagi saya, Pintu- pintu harus tertutup total atau terbuka lebar, pintu yang setengah terbuka merupakan satu bahaya, demikian pula mainana yang teletak di lantai.

  5. jangan hindari kata seperti ”lihat” saya juga menggunakanya! Saya selalu gembira melihat anda.

  6. Saya tidah mengiingkna belas kasihan. Tetapi jang berbicara tentang ”kompensasi yang menakjubkan” dari kebutaaan apapun yang telah saya pelajari diperoleh dengna kerja keras.

  7. Saya akan mendiskusikan kebutuhan dengan anda bila anda ingi tahu, ttetap bagi saya itu adalah suatu cerita lama. Saya mempunyai perhatina lain sma banyaknya dengna anda.

  8. jangan memikirkan saya sebagia orang buta. Saya adalah seorang yang kebetulan buta (1973,h. 11).

3. AKTIVITAS YANG DISARANKAN DAN DILARANG

Menurut French dan jansman (1982.h.208) beberapa alasan tidak mengikuti aktivitas jasmani:

  • Rasa takut dari guru dan administrator atau penglelola sekolah.

  • Tidak mempengaruhi tentang pendekatan pengajaran yang efektif bagi yagn berpengliharan terbatas dalam pendidikan jasmani.

  • Sikap negatif terhadap peserta didik yagn berpenglihatan terbatas yang berada dalam kelas.

  • Terlalu menekan pada tujuan vokasional.

  • Terlalu dilindungi oleh ornag tua atau wali.

  • Terlalu mudahnya doktter memberikan surt keterangnan agar yang berpnglihatan terbatas tidak perlu iku t aktivitas jasmani.

a. Kesegaran jasmani dan gerak

Peserta didik berpenglihatan terbatas seharusnya membutuhkan kesegaran yang lebih daripada yang berpenglihatan normal, karena bagi yang berpenglihatan terbatas melakukan satu gerak memerlukan usaha yang lebih banyak dari pada diperlukan (Buell,1973).

Cara-cara meningkatkan kekuatan :

  1. Angkat beban menggunakan alat Universal (mulai dengna tanpa beban agar terlebih dahulu menguasai mkeanika mengangkat da setelah itu di beri beban)

  2. Latihan Isometrik

  3. Memanjat tali atau jala yang digantungkan. Perlu diingat bagi penderita glaucoma, karena aktivitas itu dapat meingkatkan tekanan pada bola mata.

Aktivitas kunci dari kardiovaskuler yagn dapat dilakukan secara aman dan berhasil bagi peserta didik berpenglihatan terbatas dapat berupa :

  • Lari ditempat

  • Gunakan sepeda latihan (sepeda yagn berada di tempat)
  • Gunakan mesin mendayung

  • Lari menempuh jarak tertentu (ada pelari marathon yang buta)

Cara- cara membantu dalam lari :

Cukup banyak cara yang berguna untuk membantu eserta didik berpenglihatan terbatas dalam lari jarak jauh. Pelari berpenglihatan terbatas dapat mendengar suara dari pelari berpenglihatan normal (usahakan agar suara-suara yang lain tidak mengganggu suara atau tanda dari yang melihat normal): Memegang siku pembatu yang berpenglihatan normal (pelari yang berkelainaan ½ langkah kesamping dan ½ langkah di belakang pelari yang normal matanya): memegang tali atau kabel yang di pegang oleh pelari yang normal matanya: ikiti garis kuning atau orange (bagi berpenglihatan residual) . Namun, alat apapun yang harus dipegang oleh pelari yang berenglihatan terbatas akan menghalangi lengna yang normal berayun dalam lari yagn efisien. Satu alternatif lain adalah menyuruh teman yang dapat melihat bersepeda disamping pelari yang berpenglihatan terbatas. Teman yang bersepeda itu dapat berbicara, stu alat yang dapat berbunyi di pasang disepeda (Gallagher,1977)untuk memberi arah. Akhirnya, semakin hilang penglijatan semakin telihat penyimpangan mekanika tubuh. Satu teknik untuk melatih mekanika tubuh adalah menyuruh yang berkelainan memeriksa dengan cara meraba boneka atau menekuni bagian- bagiannya dapat bergerak. Satu teknik lain adalah menggunakan kipas angin. Udara yang dihembuskan oleh kipas angin yang besar ke bagian depan dari tuuh dapat merangsang kesadaran tentang bagian- bagian tubuh: umpamanya yang bersangkutan dapat diminta untuk mengangkat atau menundukkan kepalanya untuk mendapat terpaan angin.

b. Keterampilan dan pola gerak dasar

Kelas pendidikan jsmani perlumencakup berbagai macam aktivitas jasmani yang tidak rumit yang dapat mengembangkan kedua kebutuhan tersebut disamping keseimbangan. Berbagai macam aktivitas ini dapat berupa:

  1. Menyebutkan bagian-bagian tubuh.

  2. Menggerakkan bagian-bagian tubuh secara terpisah.

  3. Mengkoordiansikan gerak dari dua bagian tubuh.

  4. Menggerakkan benda dengan berbagai bagian tubuh.

  5. merasakn ukuran dari berbagia bagian tubuh.

  6. Mengidentifikasi bagian-bagian tubuh dari teman yang lain.

  7. Memelihara keseimbangna di atas balok keseimbangan yang randah.

Keterampilan gerak berpindah tempat :

Peserta didik bepenglihatan tebatas sering terbelakang dalam perkembangn keterampilan gerak berpindah tempat yang baik. Sejumlah mereka berjalan dengan dua tungkai terpisah lebar (mengangkang). Kebiasaan ini memperlebar tumpuan tubuh dan hal ini mungkin berkaitan dengan kurang percaya diri dalam gerak dan juga karena kesimbangan kurang. Mereka ini juga cenderng membuat langkah yagn lebar dan tinggi seakan-akan melangkahi suatu objek yang tidak diketahui. Sering keslahan yang sama terlihat pada keterampilan lain seperti lari. Peserta didik yang mempunyai kebiasaan ini perlu diberi tauh tentang masalah yang dihadapinya dan berlatih berjalan dengna baik sehinggga mereka memiiki umpan balik kinesttetik yang tepat dan membentuk pola gerak baru. Untuk mengkoreksikaik mengarah ke luar dan berjalna di atas papan dengan lebar terbatas atau berjaln diantara dua papan atau tongkat atau tali yagn diletakkan di lantai, yang cukup lebar untuk megakomodasi dua kaki. Belajar berjalna dalm satu arah yagn lurus juga penting bagi peserta didik berpenglihatan terbatas.

Gerah dasar khususlainnya dapat diajarkan kepada peserta diidk yagn cacat penglihatannya. Melempar adalah ketrampilan yang paling tidak dikuasainya. Bila dianalissi secara teliti, gerak melempar merupakan keterampilan yang rumit, bahkan juga bagi mereka yang memperoleh keuntungan dari contoh melempar. Walaupun peserta didik yagn buta dapat mengembangkan pola melempar yang baik dengan latihan tertentu,energi dan waktu yang digunakan mungkin lebih baik dimanfaatkan untuk melatih keterampilan gerak lain yang dapat digunakan sepanjang hidup.

Menyepak, melompat, meloncat dan berlari dapat diajarkan dengan sedikit penyesuaian (adaptasi). Latihan menyepak kaleng kosong yang membuat suara yang cukup keras pada lantai keras dan jarak utuk memperolehnya kembali tidak jauh. Meloncat dan melompat dapat diajarkan di trampolin dengan melekatkan lonceng pada pusat trampolin. Lari dapat diajarkan dengan mengaitkan kedua tangan penderita dengan tangan dua teman yang bergerak di kiri dan kanannya, jadi menyalurkan perintah kinestetik secara terus menerus . teknik ini dapat pula dipakai untuk anak tuna rungu. Karena peserta didik berpenglihatan terbatas tidak dapat menerima masukan visual, harus tergantung pada informasi yang kurang tepat dari sumber indera lain. Informasi ini tidak segera dapat digunakan untuk meniru gerak keterampilan dasar. Sebab itulah maka latihan gerak dasar harus dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

c. Aktivitas individu dna kelompok

French dan jansma memberikan bebrapa pedoman untuk megdaptasikan permaianna agar peserta didik berpenglihatan terbatas dapat diambil bagian secara aman dan sukses (1981,h.211-212)

  1. Tempatkan alat yang berbunyi dalam bola, pada keranjang, pada gawang, dan pada tempat hnggap (base).

  2. gunakan formasi rantai (rabaan).

  3. Aktivitas dimulai dari tempat yang tetap.

  4. Manfaatkan keadaan permukaan tempat bermain (rumput yang tingginya berlainana, pasir, tanah) untuk menyatakan batas lapangan permainan dan daerah luar batas permainan.

  5. Ubah susunan (tekstur) dari alat.

  6. Gunakan dinding yang telah dilapisi/ditutup dengna bahan yang empuk.

  7. Gunakan warnah yagn cerah dari objek aktivitas dan tanda batas-batas.

  8. Gunakan sempritan, memanggil atau meneriakka nama.

  9. Ukurna lapangna permainan diperkecil.

  10. Batasi jumlah peserta dari kedua tim.

  11. Bermain dengan gerak lambat bila memperkenalkan permainan baru.

  12. Gunakan tanda atau bau sebagai tanda dalam situasi tertentu.

  13. Beritahu pemain yang buta apabila seorang pemain kunci meninggalkan lapangna atau daerah permainan.

Berikut aka disajikan dua contoh aktivitas dasar yagn digunakan oleh peserta tunanetra:

  1. Bila para peserta didik secra tetap berhubungan dengan parasut tidak diperlukan modifikasi. Peserta didik dapat diambil bagian dalam banyak gerak dasr termasuk semua tipe gerak berpindah tempat (locomotion).

  2. Dalam permainan pengantar (lead-up game) seperti bola sepak (kickball) yang bertujuan untuk mengembagnkan kemampuan menyepak, menangkap bola dan memperkenalkan peraturan permaiann softball, di dalam bola diberi alat yagn berbunyi. Pemain lapangan yang buta untuk mematikan pelari ketempat hinggap, hanay perlu menghentikan atau mengambil bola yang telah disepak pelari. Pitcher menggelindingkan bola ke penyepak melalui tempat hingga (base). Penyepak dapat lari ke tempat hinggap yang mengeluarkan bunyi atau suara orang atau bunyi sempritan untuk memberikan arah lari.

Contoh aktivitas yang disesuaikan

Berikut ini diberika bebrapa contoh aktivitas yagn disesuaikan yang dapat digunakan bagi peserta tunanetra yang lebih berumur.

  1. Dalam gulat, hubungna harus selalu ada dalam pertandingan. Peserta didik tunanetra ada yagn menonjol prestasinya dalm gulat antar sekolah.

  2. Peserta didik tunanetra dapat sukses dalam atletik seperti dalam nomor tolak peluru, lempar cakram, lompat jauh dengna dan tanpa awalan. Dalam tolak peluru dan lempat cakram, temannya yang tidak buta membantu peserta tunanetra untuk mengambil pisisi yang baik untuk setiap melakukan tolakan ataulemparan. Dalam melakukan lompat jauh perubahan sifat permukaan tanah dapat memberikan daerah peringatan dan tempat melkukan tumpuan lompatan.

  3. mengendari sepeda tamdem dapat berhasil bila peserta didik tunanetra duduk di sadel belakang.

Ada beberapa aktivitas yang tidak disarankan untuk tunanetra, seperti permainan tenis dan squas; aktivitas yagn memerlukan kelincahan: aktivitas yang mengharuskan peserta lari dari arah yagn berlawanan: aktivitas jungkir-balik (tumblig) bagi penderita glucoma.

Metode Pembelajaran yang di gunakan di SLB Bakti Luhur

  1. Buku Panduan (Referensi)

Sampai saat ini di SLB bakti Luhur dalam kaitaanya unutk pembelajaran pendidikan jasmani tidak menggunakan buku panduan(referensi) satupun. Guru hanya berbekal pada sebatas pengetahuan mereka tentang olahraga.

Lebih segnifikannya lagi di sekolah tersebut tidak mempunayi guru olahraga dikarenakan sangat slutnya mencari guru yang bisa mengerti tentang kadaan siswa yang berkelainana atau cacat. Tapi menurut informasi yang kami terima dari pihak guru dulu sempat ada guru olahraganya tapi sekarang guru tersebut telah lepas tugas dari sekolah tersebut.

  1. Metode pembelajaran Pendidikan jasmani

Merka tidak membuat suatu rancangan pembelajaran untuk pendidikan jasmani yang jadi untuk pendidikan jasmani mereka hanya menerapkan ke aktivan siiswa saja. Maksudnya apabila siswa dan siswi sudah jenuh dlam melakukan aktifita stersebut dengan sendirinya mereka menghentikan pembelajaran tersebut.

  1. Olah raga yang di berikan di SLB Bakti Luhur

Olahraga yang di berikan di SLB Bakti Luhur cukup befariasi yang terutama di berikan pada Kelas nol kecil disini ada beberapa jenis olharaga diantaranya:

Jungkir balik menggunakan matras

  1. Guru pengajar di SLB Bakti Luhur

Macam-macam olahrag aygn di ajarkan di sini cukup banayk misalnya jungkir balik menggunakan matras, sit up, lempar tangkap bola yang telah diberi bunyi-bunyian, senam.di seolha ini tidak jarang sering mengirimkan atlit-atlitnya dalam cabang lempar lembing, lempar cakram dan jalam cepat.

Pada kelas yang kami lakukan observasi terdapat 8 siswa yaitu 2 siswa mengalamikelainan ganda ddan 6 siswa yang lain mengalmai tuna netra biasa.

Kelas ini disebut keas intuisi, dan apabila dalm kelas intiusi inisiswa dapat berkelakuan baik mereka akan di pindahkan ke kelas 1.

Semua aktifitas ini rutin di lakukan pada saat jam olharaga tapi juga kadang-kadang tidak semuanya tergantung pada minat anak atau tingkat daya tahan fisik dari masing-masing anak. masing-masing anak apabila anak sudah terlihat bosan mereka akan dengan sendirinya pindah ke kegiatan yang lain, misalnya saja belajar berhitung menggunakan alat hitung, belajar menghafal huruf menggunakan braile dan juga fasilitas komputer.

Persiapan Untuk Pelajaran Aktivitas Jasmani

Karakteristik

Karakteristik Instruksional

Psikomotor

1. Semakin besar keterbatasan penglihatan, semakin besar kendala untuk seluruh perkembnagnan psikomotor.

1.

About these ads

Entry Filed under: Kuliah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Kategori

Januari 2010
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

Halaman

Komentar Terakhir

fnpinky on MySpace
fnpinky on Jaya Q
fnpinky on Jaya Q
fnpinky on Beras
fnpinky on Rafael Nadal

Blogroll

RSS berita olahraga terkini

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: