Ranah Evaluasi

November 5, 2009 fnpinky
Tag: , , ,

2.1 Definisi Ranah Penilaian

Ranah Penilaian adalah sebuah kegiatan yang sudah lazim dilakukan oleh manusia. Penilaian adalah proses penentuan kesesuaian pembelajaran dan belajar. Penilaia dimulai dengan analisis masalah. Analisis masalah merupakan langkah awal yagn penting dlam pengembangan dan penilaian pembelaaran sebab tujuan dan hambatan diperjelas dalam langkah ini.

Penilaian adalah penentuan nilai suatu. Dalam pendidikan penilaian merupakan penentuan kualitas secara formal, efektifitas atau nilai suatu program, produk, proyek, proses, tujuan, atau kurikulum.

Stuffelbeam (1969) memperkenalkan pendekatan lain pada penilaian yang sekarang ini menjadi karya klasik yang berusaha “untuk tidak membuktikan tetapi memperbaiki”. Model stuffelbeam menyarankan adanya empat tipe penilaian: conteks, input, process dan product (CIPP). Keempat elemen dalam model CIPP memberikan pertimbangan informasi yang berhubungan dengan: penilaian kebutuhan, kebutuhan rancangan yang menujukan isi dan strategi, petunjuk implementasi,dan penilaian hasil.

Dengan pertimbangan seiring dengan pertumbuhan, penelitian dan metodologi pendidikan, perbedaan penting antara penelitian pendidikan tradisional dan penilaian menjadi lebih jelas ketikja kedua wilayah kajian itu berkembang. Seriven (1980) menekankan perbedaan antara penilaian dengan tipe penelitian yang lain. Dia mengatakan bahwa penilaian adalah proses penentuan hasil, nilai dan manfaat suatu proses atau produk. Namun penilaian juga merupakan proses penelitian.

DESI PENILAIAN
► analisa masalah(problem analysis)

► pengukuran beracuan kriteria (criterion refenced measurement)

► penilaian formatif (formative exaluation)

► penilaian sumatif ( summative exaluation)

Tujuan penilaian pendidikan berbeda dengan tujuan penelitian pendidikan yang lain. Tujuan penilaian ialah untuk mendukung pembuatan keputusan nilai yang dapat diterima dan bukanya menguji hipotesis.

Penelitian tradisional dan penelitian penilaian dibedakan oleh beberapa karakteristik. Keduanya sering kali mengunakan instrument yang sama tetapi tujuan berbeda. Penelitian tradisional, tujuanya ialah perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitian penilaian, tujuanya ialah memberikan data untuk pembuatan keputusan untuk memperbaiki, mengembangkan atau menghentikan suatu proyek, program atau produk.

Penilaian mengunakan metode inquiry dan judgment, yang meliputi: (1) penentuan standart kualitas penilaian dan keputusan apakah standar itu harus bersifat relatif ataukah absolute; (2) mengumpulakan informasi yang relevan (3) aplikasi stadar untuk menentukan kualitas.

Salah satu cara terpenting untuk membadakan penilaian adalah dengan mengklasifikasikannya menurut obyek yang dinilai. Perbedaan yang umum adalah program, proyek, dan produk (materi).

2.2 Kategori Ranah Penilaian

1. Penilaian program

Penilaian program : penilaian yang menilai kegiatan pendidikan yang memberikan layanan berdasarkan kriteria yang kontinyu. Sebagai contoh ialah penilaian program membaca di distrik sekolah program pendidikan khusus nasional, atau program pendidikan menuju universitas.

2. Penilaian proyek

Penilaian proyek: penilaian yang menilai kegiatan yang didanai untuk proyek tertentu untuk melakukan tugas tertentu. Perbedaan utama program dan proyek ialah bahwa program di harapkan untuk berlanjut untuk periode yang tidak tertentu, sedangkan proyek biasanya diharapkan terjadi dalam waktu terbatas.

3. Penilaian materi (produk pembelajaran)

Penilaian materi (poduk pembelajaran). Penilai yang menilai manfaat atau nilai butir-butir fisik yang berhubungan dengan isi, termasuk buku, petunjuk kurikuler, film, tape dan produk pembelajaran yang lain. Perbedaan yang penting disini adalah pemisahan penilaian personel dengan kategori yang lain. Dalam prakteknya, perbedaan itu sulit dicapai.

2.3 Kategori Subranah Penilaian

1. Analisis masalah

Analisis masalah. Analisis masalah (problem analysis) melibatkan penentuan sikap dan para meter masalah dengan menggunakan strategi penbuatan keputusan. Para evaluator telah lama berargumentasi bahwa penilaian yang cermat akan dimulai pada saat program masih dalam taraf konseptual dan direncanakan. Kendati hal itu dilontarkan oleh para pendukung, program yang memfokuskan pada tujuan yang tidak dapat diterima akan di nilai sebagai program yang tidak berhasil dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, upaya penilaian meliputi identifikasi kebutuhan, penentuan masalah menurut sifatnya, identifikasi kendala sumber, dan karakteristik pebelajar dan penentuan tujuan.

2. Pengukuran beracuan kriteria

Pengukuran beracuan kriteria. Pengukuran beracuan kriteria (criterion-referenced measurement) melibatkan teknik-teknik untuk menentukan penguasaan pebelajar pada isi yang sudah di tentukan. Alat ukur beracu kriteria yang kadang-kadang disebut tes, juga disebut alat ukur beracuan isi (content-referenced), atau beracuan ranah (ranah referenced). Hal ini disebabkan kriteria untuk menentukan penguasaan itu ialah sejauh man apebelajar mencapai tujuan yang ditentukan. Alat ukur beracuan kriteria memberi informasi mengenai penguasaan pengetahuan seseorang, sikap, atau ketrampilan sesuai dengan tujuan yang ditentukan. Keberhasilan tes beracuan kriteria sering kali berarti kemampuan untuk melakukan kopentensi tertentu. Biasanya patokan nilai tertentu diberlakukan, dan setiap orang ytang mencapai atau melewati patokan nilai itu dapat di katakana lulus tes itu. Tidak ada batasan jumlah peserta tes yang yang dapat lulus sebab keputusan tidak dikaitkan dengan orang lain yang mengikuti tes itu.

Pengukuran beracuan criteria memungkinkan pebelajar mengetahui tingkat penguasaan mereka terhadap setandar tertentu. Item-item beracuan criteria digunakan dalam pembelajaran dapat menetukan apakah sebagian besar dari tujuan-tujuan yang ditentukan dapat tercapai.

3. Penilaian formatif danPenilaian sumatif

Penilaian formatif danPenilaian sumatif. Penilaian formatif berkaiatan dengan pemerolehan informasi mengenai penguasaan dan pemanfaatan informasi itu sebagai dasar untuk pengembangan program lebih lanjut. Penilaian sumatif berkaitan denag pemerolehan informasi mengenaio penguasaan dan menggunakan informasi untuk membuat keputusan tentang pemanfaatannya.

Menurut Michael scriven (1967) penilaian formatif dilakukan selama pengembangan atau peningkatan suatu program atau produk. Penilaian ini dilakukan unmtuk staf yang terlibat dalam program itu dan biasanya tetap dalam program itu; tetapi dapat dilakukan oleh evaluator intern atau ekstern atau (diharapkan) paduan keduanya

Penilaian sumatif dilakukan setelah selesai dan untuk kepentingan audience eksteren atau untuk pembuat keputusan meskipun dilakuakn oleh evaluator ekstern dalam penilaian sumatif dari pada penialaian formatif.

Dalam perngembangan produk, pemanfaatan penilaian formatif dan sumatif penting dalam berbagai tahap. Pada tahap awal pengembanagan, banyak perubahan dimungkinkan dan upaya penilaian formatifdapat mencakup ruang lingkup yang luas. Pada saat produk dikembangkan lebih lanjut, balikan menjadi lebih spesifik dan rentang perubahan alternative yang dapat diterima menjadi lebih terbatas. Kedua jenis tes itu merupakan contoh penilaian oleh agen dari luar yang berperan sebagai “laporan konsumen”. Tujuan penilaian itu jelas bersifat sumatif, yaitu membantu pembeli membuat pilihan yang bijaksanadiantara berbagai produk. Denfgan demikian pengembangan suatu produk, pemanfaatan penilaian formatif dan sumatif bervariasi dalam tahap-tahap kemajuan dan perbaiakan, yang sangat dipengaruhi oleh waktu.

Metode yang digunakan dalam penilaian formatif dan penilaian sumatif berbeda. Penilaian formatif bergantung pada review teknis(isi) dan tutorial, baik melibatkan try out kelompok kecil atau kelompok besar. Metode pengumpulan datanya seringkali bersifat informal, seperti observasi,debriefing, dan tes pendek. Sebaliknya, penilaian formatif menghendaki prosedur dan dan metode pengumpulan data secara lebih formal.

Baik penilaian formatif maupun penilaian sumatif menghendaki perhatian yang cukup dalam hal keseimbangn antara alat ukur kuantitatif dan kualitatif. Alat untuk kuantitatif pada umumnya melibatkan angka dan sering kali mengarah kepada konsep pengukuran ”obyektif”. Alat ukur kantitatif sering kali menekankan pada aspek-aspek proyek secaa subyektif dan eksperiensial dan sering melibatkan deskripsi verbal sebagai cara untuk melaporkan hasilnya.

4. Kecenderungan dan isu

Kecenderungan dan isu. Penilaian keputusan dan tipe lain analisis front end pada dasarnya beorientasi behavioral dengan menekankan data performansi dan pembagian isi kedalam komponen-komponennya. Tetapi dewasa ini terdapat penekanan terhadap pengaruh konteks sehingga mengarah pada orientasi koknitif pada kebutuhan proses penilaian. Konsekuensinya fase penilaian kebutuhan menjadi semakin penting. Disamping itu banyak pihak menyarankan bahwa fase penilaian kebutuhan mengasusikan memberikan peluang yang lebih besar denagn bergerak diluar konsentrasinya pada isi dan memberikan penekanan baru pada analisis pembelajar, analisis organisasi, dan analisis lingkungan. Gerakan pebaikan kualitas akan mempengaruhi ranah penilaian. Pengontrol mkualitasd menghendaki penilaian kontinyu termasuk memperluas siklus di luar penilaian sumatif. Penilaian konfimasi pada materi pembelajaran dan pebelajar melengkapi siklus langkah penilaian untuk bias mempertahankan standar perfomansi suatu system pembelajaran.

Para peneliti mengkaji teknik-teknik pengukuran bercuan criteria. Baker dan O’Neil(1985) mengeksplorasi isu hasil penilaian pembelajaran termasuk arah baru untuk pengukuran beracuan criteria. Mereka menyajikan model baru penilaian yang diadaptasikan pada teknologi-teknologi baru. Model mereka mempertimbangkan tujuan, intervensi, konteks, dasar informasi dan format balikan.

Wilayah kajian yang menjadi perhatian ialah pengukuran tujuan kognitif, afektif dan psikomotordalam level yang lebih tinggi. Penelitian tentang pengukuran beracuan criteria yang terkomputerisasi juga mendorong ranah ini, demikian halnya penelitian tentang pengukuaran kualitatif, seperti portofolio dan ite-item pengukuran yang lebih realistis seperti studi kasus dan penilaian belajar jarak jauh dilakukan dengan mencakup banyak aspek yaitu personalia, fasilitas, peralatan, materi dan program.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Penilaian adalah proses penentuan kesesuaian pembelajaran dan belajar. Penilaia dimulai dengan analisis masalah.Analisis masalah merupakan langkah awal yagn penting dlam pengembangna dna penilaian pembelaaran sebab tujuan dan hambatan diperjelas dalam langkah ini. Dalam ranah penilaian dibedakna antara penilaian program, proyek dan produk, masing-masing memiliki spesifikasi, seperti halnya penilaian formatif dan sumatif.

Penilaian adalah penentuan nilai suatu. Dalam pendidikan penilaian merupakn pennetuan kualitas secara formal, efektifitas atau nilai suatu program, produk, proyek, proses, tujuan, atau kurikulum. Penilaian menggunakna metode inquiry dan judgment,yang meliputi 1. Pennetuan standart kualitas penilaia dan keputusan apakah stanart itu harus brsifat reltif atau absolut,2. Mengumpulkan informasi yang relevan, 3. Aplikasi standart unutk menentukan kualitas.

DAFTAR RUJUKAN

Dwiyogo, W.D.2002. Dimensi-dimensi Teknologi Pembeljaran. Wineka Media. Malang.

Budiningsih C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta, Jakarta.

Karyati. Belajar dan Pembelajaran.

Entry Filed under: Kuliah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Kategori

November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

Halaman

Komentar Terbaru

fnpinky di MySpace
fnpinky di Jaya Q
fnpinky di Jaya Q
fnpinky di Beras
fnpinky di Rafael Nadal

Blogroll

RSS berita olahraga terkini

 
%d blogger menyukai ini: