Sumber Belajar Komputer

November 6, 2009 fnpinky
Tag: , , , ,

Pengertian Sumber Belajar

Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan manampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi, pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar (AECT 1994). Menurut Dirjen Dikti (1983: 12), sumber belajar adalah segala sesuatu dan dengan mana seseorang mempelajari sesuatu. Degeng (1990: 83) menyebutkan sumber belajar mencakup semua sumber yang mungkin dapat dipergunakan oleh si-belajar agar terjadi prilaku belajar. Dalam proses belajar komponen sumber belajar itu mungkin dimanfaatkan secara tunggal atau secara kombinasi, baik sumber belajar yang direncanakan maupun sumber belajar yang dimanfaatkan.

Sumber belajar yang beraneka ragam disekitar kehidupan peserta didik, baik yang didesain maupun non desain belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Sebagian besar guru kecenderugan dalam pembelajaran memanfaatkan buku teks dan guru sebagai sumber belajar utama. Ungkapan ini diperkuat oleh Parcepal dan Ellington (1984), bahwa dari sekian banyaknya sumber belajar hanya buku teks yang banyak dimanfaatkan. Hal senada juga diperkuat oleh suatu hasil penelitian para dosen IKIP Semarang mengenai kebutuhan informasi, yang menyatakan bahwa banyak sumber belajar diperpustakaan yang belum dikenal dan belum diketahui penggunaannya. Keadaan ini diperparah pemanfaatan buku sebagai sumber belajar juga masih bergantung pada kehadiran guru, kalau guru tidak hadir maka sumber belajar lain termasuk bukupun tidak dapat dimanfaatkan oleh peserta didik. Oleh karena itu kehadiran guru secara fisik mutlak diperlukan, disisi lain sebenarnya banyak sumber belajar disekitar kehidupan peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran.

2.2 Fungsi Sumber Belajar

Agar sumber belajar yang ada dapat berfungsi dalam pembelajaran harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Fungsi sumber belajar menurut Hanafi (1983: 4-6) adalah untuk:

a. Meningkatkan produktifitas pendidikan, yaitu dengan jalan :

(1) Memepercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan

waktu secara lebih baik.

(2) Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat

lebih banyak membina dan mengembangkan gairah peserta didik.

b. Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual

dengan jalan:

(1) Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional.

(2) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai

dengan kemampuannya.

c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan jalan:

(1) Perencanaan program pembelajaran yang lebih sistematis.

(2) Pengembangan bahan pelajaran yang dilandasi penelitian.

d. Lebih memantapkan pembelajaran dengan jalan :

(1) Meningkatkan kemampuan manusia dalam penggunaan berbagai media

komunikasi

(2) Penyajian data dan informasi secara lebih konkrit.

e. Memungkinkan belajar secara seketika, karena:

(1) Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan

abstrak dengan realitas yang sifatnya konkret.

(2) Memberikan pengetahuan yang bersifat langsung.

f. Memungkinkan penyajian pendidikan yang lebih luas, terutama dengan

adanya media massa, dengan jalan:

(1) Pemanfaatan secara bersama lebih luas tenaga atau kejadian yang

langka.

(2) Penyajian informasi yang mampu menembus geografis.

Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa.

2.3 Peranan Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran

Sumber belajar mempunyai peran yang sangat erat dengan pembelajaran yang dilakukan, adapun peranan tersebut dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

a. Peranan sumber belajar dalam pembelajaran Individual.

Pola komunikasi dalam belajar individual sangat dipengaruhi oleh peranan sumber belajar yang dimanfaatkan dalam proses belajar. Titik berat pembelajaran individual adalah pada peserta didik, sedang guru mempunyai peranan sebagai penunjang atau fasilitator. Sehingga peranan sumber belajar sangat penting, pola komunikasi dalam pembelajaran individual adalah sebagai berikut:

Dalam pembelajaran individual terdapat tiga pendekatan yang berbeda yaitu :

(1) Front line teaching method, dalam pendekatan ini guru berperan    menunjukkan sumber belajar yang perlu dipelajari.

(2) Keller Plan, yaitu pendekatan yang menggunakan teknik personalized system of instruksional (PSI) yang ditunjang dengan berbagai sumber berbentuk audio visual yang didesain khusus untuk belajar individual.

(3) Metode proyek, peranan guru cenderung sebagai penasehat dibanding pendidik, sehingga peserta didiklah yang bertanggung jawab dalam memilih, merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan belajar.

Sumber belajar hendaknya dirancang berdasarkan prinsip:

(a) Dialog, drama, diskusi yang disajikan menarik melalui permainan, kombinasi warna dan suara.

(b) Persuasif dan bukan menggurui atau mendikte.

(c) Pemilihan sumber belajar yang tepat.

(d) Bentuk sajiannya singkat, padat, jelas dan menyeluruh.

Dalam pembelajaran individual, peranan guru dalam interaksi dengan peserta didik lebih banyak sebagai konsultan, pengelola belajar, pengarah, pembimbing, penerima hasil kemajuan belajar peserta didik. Waktu yang digunakan untuk melaksanakan tugas dalam pembelajaran individual 10 % dari total waktu belajar, oleh sebab itu frekwensi pertemuannya jarang sekali.

b. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Klasikal

Pola komunikasi dalam belajar klasikal yang dipergunakan adalah komunikasi langsung antara guru dengan peserta didik. Hasil belajar sangat tergantung oleh kualitas guru, karena guru merupakan sumber belajar utama. Sumber lain seolah-olah tidak ada peranannya sama sekali, karena frekuensi belajar didominari interaksinya dengan guru. Bentuk Komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut:

Pemanfaatan sumber belajar selain guru, sangat selektif dan sangat ketat di bawah petunjuk dan kontrol guru. Di samping itu guru sering memaksakan penggunaan sumber belajar yang kurang relevan dengan ciri-ciri peserta didik dan tujuan belajar, hal ini terjadi karena sumber belajar yang tersedia terbatas. Peranan Sumber Belajar secara keseluruhan seperti terlihat dalam pola komunikasinya selain guru rendah. Keterbatasan penggunaan sumber belajar terjadi karena metode pembelajaran yang utama hanyalah metode ceramah. Menurut Percipal and Ellington (1984), bahwa perhatian yang penuh dalam belajar dengan metode ceramah (attention spannya) makin lama makin menurun drastis. Misalnya dalam 50 menit belajar, maka pada awal belajar attention spannya berkisar antara 12-15 menit, kemudian makin mendekati akhir pelajaran turun menjadi 3-5 menit.

Di samping itu British Audio Visual Association (1985), menyatukam bahwa 75 % pengetahuan diperoleh melalui indera penglihatan, 13 % indera pendengaran, 6 % indera sentuhan dan rabaan dan 6 % indera penciuman dan lidah. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh perusahaan SOVOCOM COMPANY di Amerika dalam Sadiman (1989: 155-156), tentang kemampuan manusia dalam menyimpan pesan adalah : verbal (tulisan) 20%, Audio saja 10%, visual saja 20%, Audio visual 50%. Tetapi kalau proses belajar hanya menggunakan methode :

(a) Membaca saja, maka pengetahuan yang mengendap hanya 10%

(b) Mendengarkan saja pengetahuan yang mengendap hanya 20%.

(c) Melihat saja pengetahuan yang mengendap bisa 50%.

(e) Mengungkapkan sendiri pengetahuan yang mengendap bisa 80%.

(f) Mengungkapkan sendiri dan mengulang pada kesempatan lain 90%.

Dari penjelasan tersebut diatas, bahwa guru harus pandai memilih dan mengkombinasikan metode pembelajaran dengan belajar yang ada.

c. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Kelompok

Pola komunikasi dalam belajar kelompok, menurut Derek Rowntere dalam bukunya Educational Technologi in Curriculum Development (1982), menyajikan dua pola komunikasi yang secara umum ditetapkan dalam belajar yaitu pola:

a. Buzz sessions (diskusi singkat) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik untuk didiskusikan singkat sambil jalan. Sumber belajar yang digunakan adalah materi yang digunakan sebelumnya.

b. Controllet discussion (diskusi dibawah kontrol guru), sumber belajarnya antara lain adalah bab dari suatu buku, materi dari program audio visual, atau masalah dalam praktek laboratorium

c. Tutorial adalah belajar dengan guru pembimbing, sumber belajarnya adalah masalah yang ditemui dalam belajar, harian, bentuknya dapat bab dari buku, topik masalah dan tujuan instruksional tertentu.

d. Team project (tim proyek) adalah suatu pendekatan kerjasama antar anggota kelompok dengan cara mengenai suatu proyek oleh tim.

e. Simulasi (persentasi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya).

f. Micro teaching, (proyek pembelajaran yang direkam dengan video).

g. Self helf group (kelompok swamandiri).

2.4 Pemanfaatan IT Sebagai Sumber Belajar yang Kreatif dan Inovatif

Berikut ini dipaparkan tentang penggunaan tekhnologi IT dalam menunjang pelaksanaan pembelajaran dalam setiap mata pelajaran.

A. Penggunaan Perangkat Komputer

Perangkat Komputer dalam pembelajaran sangat menunjang pelaksanaan pembelajaran. Seperti kita ketahui bahwa computer adalah perangkat yang serba bisa. Mengapa demikian ?. Hal itu disebabkan oleh tersedianya banyak program aplikasi yang sangat membantu guru dalam mengelola pembelajarannya.

1.Dalam mengelola nilai. Guru dapat mengelola nilai siswa dengan   menggunakan Microsoft Excel.

2.Membuat artikel atau menyusun soal atau tugas yang akan diberikan kepada siswa dapat dengan mudah dilakukan dengan menggunakan Microsoft Word.

3.Membuat Data Base siswa dapat dengan mudah dilakukan pada program Microsoft Access.

4.Menyampaikan pembelajaran kepada siswa agar dapat lebih efektif, maka guru dapat menggunanakan program Microsoft Power Point.

Dengan minimal keeempat Program aplikasi tersebut di atas, setidaknya guru berusaha agar dapat menggunakan, mengaplikasikan program tersebut untuk menunjang pembelajarannya.

B. Perangkat Handphone.

Handphone adalah salah satu perangkat tekhnologi IT yang paling banyak digunakan sebagai sarana komunikasi saat ini. Ketika siswa berada di dalam kelas, terkadang suara nada dering dari Handphone siswa berbunyi. Dan tak jarang pula guru mengambil tindakan dengan menyita Handphone agar tidak mengganggu pembelajaran.

Mengapa ini tidak kita manfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang efektif ?

Mungkinkah semua siswa memiliki sarana komunikasi seperti itu ?

Sebagai guru yang professional, kita tidak perlu mempertanyakan hal seperti di atas. Mangingat saat ini untuk siswa setingkat SMA dapat dikatakan semua memiliki handphone. Minimal dalam kelas, 1 buah handphone untuk 5 orang anak.

Bagaimana cara pemamfaatannya ?

1.Guru dapat memberikan tugas di rumah.

2.Guru mengumumkan kepada siswa nomor handphone yang dapat dihubungi jika ada nomor soal yang tidak dapat terjawab oleh siswa.

3.Guru hendaknya mengikhlaskan dirinya untuk melayani pertanyaan siswa lewat handphone, kapan dan dimana saja itu terjadi.

4.Membiasakan siswa memamfaatkan handphone sebagai sarana belajar yang efektif.

C. Perangkat TV E-Dukasi.

Perangkat IT yang lain yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran yang efektif adalah siaran Televisi Edukasi yang menyajikan berbagai materi pelajaran yang siap bahas. Setiap guru, yang memberikan pelajaran kepada siswa dapat memamfaatkan siaran Televisi edukasi dengan menyesuaikan jadwal pembelajaran dengan jadwal siaran Televisi Edukasi.

Siswa diberi tugas untuk mencari informasi lewat siaran TV Edukasi, kemudian membuat kesimpulan.

Dapat juga dijadikan sarana untuk memberikan program pengayaan kepada siswa dengan cara merekam siaran pelajaran dari Televisi Edukasi, kemudian memutarnya kembali di kelas atau ditempat belajar kelompok siswa.

D. Internet.

Internet adalah sumber informasi yang tak trbatas. Sehingga sangat tepat jika Internet dijadikan sebagai sarana belajar dan pembelajaran. Banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai sumber informasi melalui internet. Mulai dari pengetahuan umum, pengetahuan khusus, pengetahuan popular.

Guru dalam mata pelajarannya dapat member tugas kepada siswa untuk menggali informasi melalui internet. Kemudian membuat laporan. Apakah Laporan itu dikerjakan secara kelompok atau individual. Hal itu tergantung strategi pembelajaran yang diinginkan oleh guru sendiri. Disamping Laporan, juga dapat membuat presentasi atau mempresentasikan laporannya di depan kelas.

Begitu banyak informasi yang dapat kita peroleh melalui internet. Sehingga sebagian guru yang memammfaatkan internet sebagai sumber informasi belajar mendapatkan kemudahan berinovasi dalam pembelajaran.

Kendala Yang Dihadapi.

Meskipun penggunaan perangkat IT selalu memberikan kita kemudahan dan keleluasaan dalam berkarya dan inovasi, bukan berarti kita tidak mendapat kendala ataupun hambatan. Hambatan-hambatan tersebut berupa :

1. Sumber Daya Manusia yang terkadang tidak siap dengan penggunaan  Tekhnologi Informasi dalam pembelajaran.

2. Sarana atau perangkat Tekhnologi Informasi yang membutuhkan biaya tinggi ( hight coast ) sehinga sebagian guru menghindari penggunaan IT tersebut.

3. Sekolah atau pejabat kepala sekolah sebagai penentu kebijakan terkadang belum tahun mamfaat penggunaan tekhnologi informasi dalam pembelajaran sehingga menganggap penggunaan unsur tekhnologi informasi dapat menghabiskan biaya yang tinggi.

4. Internet, oleh pandangan sebagian orang tua siswa masih dianggap selau berkaitan dengan hal-hal yang tabu. Karena di duni maya begitu mudah kita mendapatkan situs-situs porno. Tapi kita menggunakan program untuk mendeteksi situs-situs porno tersebut sehingga kita bisa menghidarkan siswa dari situs seperti itu.

Oleh karena itu sebagai guru masa depan, maka marilah kita memamfaatkan IT sebagai sarana belajar yang baru dan menjadikannya sebagai sumber informasi belajar dengan kreatif dan inovatif.

Entry Filed under: Kuliah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Kategori

November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

Halaman

Komentar Terbaru

fnpinky di MySpace
fnpinky di Jaya Q
fnpinky di Jaya Q
fnpinky di Beras
fnpinky di Rafael Nadal

Blogroll

RSS berita olahraga terkini

 
%d blogger menyukai ini: