Pengelolaan Kelas

Januari 7, 2010 fnpinky
Tag: , , , , ,

Manajemen Pembelajaran Bidang Studi Pendidikan Jasmani

  1. Menetapkan aturan kelas

Siswa yang memilki kebiasaan – kebiasaan tertentu yang diperoleh dari pengalaman hidup sebelumnya yang memungkinkan adanya kebiasaan tidak baik, perlu diarahkan dan dibimbing untuk melakuka kebiasaan – kebiasaan yang baik memlalui pemberian aturan pada saat proses pembelajaran, antara lain pemberian tanda/syarat untuk berkumpul, formasi yang dikehendaki, mendengarkan penjelasan guru, mengikuti perintah/aba – aba , kerja sama dalam kegiatan, penetapan syarat untuk boleh melakukan kegiatan pembelajaran, penggunaan pakaian/ruangan/lapangan dan alat. Aturan ini harus diberikan pada awal pertemuan.

    1. Pemberian tanda/syarat untuk berkumpul

seorang guru melakukan kontrak pada siswa ketika mau melaksanaka pembelajaran atau memulai pembelajaran, misalnya dengan tanda pluit 3 kali berarti berkumpul.

    1. Formasi yang dikehendaki

guru setelah melakukan tanda untuk berkumpul, membentuk formasi untuk berbaris dengan 4 banjar atau 3 saf.

    1. Mendengarkan penjelasan guru

Pada saat guru menjelaskan siswa harus memperhatikan dengan seksama agar apa yang dijelaskan oleh guru tersebut dapat dimengerti.

    1. Mengikuti perintah/aba – aba

Pada saat praktek bola voli, guru memerintahkan siswa untuk melakukan passing bawah. Jadi siswa harus mengikuti perintahnya agar pembelajaran tersebut tidak sia – sia.

    1. Kerja sama dalm kegiatan

Kerja sama disini misalnya, sekolah mengadakan pembersihan lingkungan sekolah yang kotor dan yang ditugaskan adalah kelas yang dipimpin oleh guru tersebut. Jadi, guru tersebut mengajak siswanya untuk bekerja sama untu membersihkan lingkungan sekolah yang kotor.

    1. Menetapkan jam pelajaran

Sebelum pelajaran mulai siswa harus hadir 15 menit sebelum pelajaran dimulai dan guru mengadakan kontrak pada siswa jam berapa pelajaran dimulai.

    1. Menentukan jam keterlambatan

Guru mengadakan kontrak dengan siswa berapa menit keterlambatan siswa. Dan apabila terlambat akan mendapat hukuman yang tidak terlalu berat misalnya, push up, atau berupa lari mengitari lapangan. Ini dilakukan agar siswa tepat waktu dalam mengikuti pelajaran sehingga tercipta kedisiplinan.

    1. Pakaian yang digunakan

Guru mewajibkan siswanya untuk menggunakan seragam olahraga yang sudah ditentukan oleh sekolah. Apabila dilanggar akan mendapat sanksi yang sesuai. Agar tercipta kedisiplinan pada siswa.

    1. Tanggung jawab terhadap alat/media

Dalam praktek siswa yang menggunakan alat atau media yang sudah ada harus bertanggung jawab. Misalnya, pelajaran bola voli. Siswa bertanggung jawab terhadap bola voli tersebut.

    1. penyesuaian keadaan

apabila ada sisswa yang kondisinya tidak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran, tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran ( istirahat ) agar tidak fatal pada siswa tersebut.

  1. Memulai kegiatan tepat waktu

Tanda untuk memulai suatu kegiatan harus ada karena apabila tidak ada, akan mengakibatkan banyak waktu yang terbuang. Aba – aba memulai kegiatan diharapkan tidak membingungkan siswa. Persiapan perlu dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan tertib. Guru pendidikan jasmani harus mengarahkan siswa untuk segera melakukan kegiatan secara tepat waktu agar pembelajaran berlangsung efektif.

  • Sebelum memulai kegiatan ada sebuah tanda agar suatu berjalan dengan baik dan waktu tidak banyak terbuang. Misal, tandanya berupa pluit yang dibunyikan sebanyak 3x.
  • Saat akan memulai guru membariskan siswanya dengan rapi. kemudian berdoa sesuai kepercayaan masing – masing.

  • Guru harus menghitung siswanya setelah berdoa dan pada akhir pelajaran juga harus dihitung. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

  • Kemudian guru memerintahkan / melaksanakan kegiatan pemanasan bersama dengan siswa agar tidak terjadi hal yang diinginkan.

3. Mengatur pelajaran

Pada pembelajaran yang efektif, guru harus mengatur dan menjaga agar proses kegiatan berjalan lancar dan tidak mengalami gangguan / hambatan. Guru harus mengoptimalkan keikutsertaan siswa, kesempatan melakukan, penggunaan peralatan, serta mengorganisir pembagian kelompok, dan hal yang tidak kalah pentingnya adalah tidak banyak berceramah pada pembelajaran praktik keterampilan gerak agar tidak menimbulkan kejenuhan siswa.

    1. seorang guru mengelompokkan sisiwanya berdasarkan kelamin. Misal,

dalam pelajaran bola voli perempuan dibatasi frekuensi melakukan

smash atau porsi latihan.

    1. siswa diberi kesempatan melakukan hal yang dipraktekkan sebanyak 3x. Lalu, bergantian dengan yang lain.

    2. seorang guru dilarang banyak ceramah dan harus banyak bergerak bagi siswa agar tercipta kebugaran jasmani
    3. agar siswa tidak jenuh, diadakan semacam permainan. Yang menang mendapatkan hadiah misal, minum sprite 1 botol gratis.

4. Mengelompokkan siswa

Guru merencanakan pembagian kelompok siswa, alat yang tersedia serta formasi yang dikehendaki. Apabila diperlukan dapat pula ditetapkan siswa sebagai ketua kelompok yang bertanggung jawab pada kelompoknya. Dalam hal ini guru memilih seorang ketua kelompok pada tiap kelompok untuk melakukan praktik yang telah diperintahkan oleh guru tersebut.

5. Memanfaatkan ruang / lapangan dan peralatan

Pada pembelajaran praktik keterampilan gerak guru harus mengoptimalkan keikutsertaan siswa dalam kegiatan agar pengulangan gerakan lebih banyak. Ruang /lapangan dan peralatan harus dioptimalkan penggunaannya namun dengan mempertimbangkan kebutuhan. Penggunaan ruangan akan lebih efektif, karena dinding merupakan pembatas yang sangat membantu, terkait dengan lari / menggelindingnya alat yang tidak jauh.

Jadi, misal guru harus memberikan kesempatan pada siswa sebanyak mungkin untuk melakukan praktik tersebut agar keterampilan gerak siswa meningkat sehingga tercipta kebugaran jasmani pada siswa.

6. Mengakhiri pelajaran

Pada akhir pembelajaran diharapkan siswa memilki kesan yang baik selama kegiatan berlangsung. Sehingga siswa selalu mengingat hal – hal yang berupa pengalaman selama kegiatan. Dalam hal ini guru harus membuat klimaks naik kegiatan pada setiap pertemuan, sehingga siswa berharap adanya kegiatan lanjut yang lebih menarik pada pertemuan berikutnya. Untuk akhir kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani harus dilakukan tepat waktu, dengan mempertimbangkan kesempatan siswa untuk menyapu / membersihkan keringat, minum, dan ganti pakaian. Jangan sampai siswa dihukum guru mata pelajaran berikutnya, karena terlambat masuk ke kelas pada pelajaran berikutnya.

Jadi, guru harus memberhentikan pelajaran 15 menit sebelum pelajaran berakhir.

Entry Filed under: Kuliah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Kategori

Januari 2010
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

Halaman

Komentar Terbaru

fnpinky di MySpace
fnpinky di Jaya Q
fnpinky di Jaya Q
fnpinky di Beras
fnpinky di Rafael Nadal

Blogroll

RSS berita olahraga terkini

 
%d blogger menyukai ini: