UAN Adalah Metode Paling Tepat 2010

Januari 8, 2010 fnpinky
Tag: , , , , ,

PDF Print
08-01-2010
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan arahan untuk tetap melaksanakan ujian nasional sebaik-baiknya, termasuk meningkatkan kualitasnya. Presiden SBY sangat peduli terhadap masalah apa saja yang terkait dengan pendidikan sehingga merasa perlu untuk membahas masalah ujian nasional tersebut dalam Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpinnya di Kantor Presiden, Kamis (7/1) siang.

Menteri Pendidikan Nasional, M.Nuh, usai mengikuti sidang terbatas kabinet mengatakan kepada wartawan, “Dari berbagai pandangan, pertimbangan, yang perlu kami sampaikan bahwa ujian nasional itu adalah bagian dari sistem evaluasi. Sistem evaluasi itu adalah bagian dari proses belajar mengajar. Sehingga kalau diistilahkan ujian nasional itu sebagai pohonnya maka sistem proses belajar mengajar itu sebagai hutannya. Jangan sampai gara-gara kita memperdebatkan urusan pohon tadi, hutannya menjadi tidak terawat,” kata Mendiknas.

Untuk saat ini, menurut M. Nuh, dengan berbagai pentimbangan, ujian nasional inilah yang metodenya dinilai paling pas. Nilai positifnya jauh lebih banyak dibanding dengan negatifnya. Untuk memberikan gambaran mengenai perbandingan metode ujian nasional dengan metode-metode lainnya, Mendiknas menjelaskan sejarah tentang ujian sejarah nasional. “Sebelum merdeka sampai dengan 1971, sudah ada ujian negara, yaitu ujian secara nasional yang diberi nama ujian negara. Hasilnya, banyak juga yang tidak lulus tapi tidak ada yang protes karena sebelum merdeka,” ujar M. Nuh.

“Tetapi ada perkembangan yang menarik yaitu dimulainya Repelita pada tahun 1969 dan salah satu diantara target Repelita itu adalah menaikkan angka partisipasi kasar agar anak semakin banyak yang lulus. Namun begitu dilihat bahwa kelulusan ujian negara itu banyak yang tidak lulus, mulailah diberlakukan ujian sekolah. Diserahkan kelulusan itu pada sekolah masing-masing. Itu pada tahun 1972-1992. Selama 20 tahun itu berlaku. Hasilnya adalah muncul istilah seratus persenisasi, lulus semua. Bisa dipahami, betapa takutnya para guru kalau tidak meluluskan, ada persoalan sosial,” jelas M. Nuh.

Oleh karena itu, lanjut Mendiknas, mulai tahun 1992 dikembangkan metode baru lagi yang mengkombinasikan antara ujian negara dan ujian sekolah, namanya Ebtanas, dimana satu mata pelajaran itu nilai kelulusannya ditentukan bersama oleh sekolah ditambah dengan hasil ujian nasional “Ini berlangusng dari tahun 1992-2002, sepuluh tahun. Hasilnya, selama sepuluh tahun itu ada perbedaan yang sangat menonjol antara hasil ujian nasional dengan ujian sekolah,” terangnya.

Muncullah koreksi lagi yaitu UAN, Ujian Akhir Nasional. “Yang tadinya mengambil satu mata pelajaran nilainya kombinasi antara ujian nasional plus hasil-hasil sekolah, di UAN tidak lagi seperti itu. Tapi diambil beberapa mata pelajar yang sifatnya nasional, diuji secara nasional, sementara yang lain diuji oleh sekolah,” M. Nuh mengungkapkan.

Dari berbagai pandangan, termasuk pandangan dari rekan-rekan menteri, pengalaman masa lalu, dan menanggapi usulan-usulan yang berkembang di masyarakat maka diputuskan yang terbaik untuk saat ini adalah tetap melakukan ujian nasional. “Dan yang penting, tujuan dari ujian nasional ini yaitu mengkombinasikan antara untuk menentukan kelulusan dan peta atau data, apalagi yang bisa mengetahui kualitas dari pendidikan kita, sehingga tidak cukup hanya ujian nasional itu yang menentukan kelulusan saja, tapi disamping menentukan kelulusan, juga bisa dipakai peta sehingga kalau nanti ada sekolah-sekolah tertentu yang petanya tidak bagus, maka kita bisa melakukan intervensi untuk meningkatkan kualitas di sekolah itu,” jelas Mendiknas.

Akhirnya, Presiden memberikan arahan untuk tetap melaksanakan ujian nasional sebaik-baiknya, termasuk menaikkan kualitasnya. “Soalnya harus baik dan pelaksanaannya bisa lebih dipertanggungjawabkan. Untuk UN 2010 ini, disamping ada ujian utama, ada ujian susulan, dan ujian ulang. Dengan adanya ketiga ujian ini, Insya Allah sudah mengakomodasikan apa yang menjadi perhatian masyarakat secara keseluruhan,” tandas Nuh. (osa)

http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2010/01/07/5035.html

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Kategori

Januari 2010
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

Halaman

Komentar Terbaru

fnpinky di MySpace
fnpinky di Jaya Q
fnpinky di Jaya Q
fnpinky di Beras
fnpinky di Rafael Nadal

Blogroll

RSS berita olahraga terkini

 
%d blogger menyukai ini: